SlideShow

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Minggu, 02 Januari 2011

Mengukur Kecepatan Angin

Satu hal lagi ilmu pengetahuan membuktikan, bahwa tidak ada hal yang mustahil di Bumi ini. Salah satunya adalah ditemukannya cara mengukur kecepatan angin.
Sejak ditemukan sebuah alat pengukur kecepatan angin bernama windmill atau windmeter, kita bisa mengukur kecepatan angin, hingg abeberapa km/jam. Lalu, bagaimana alat ini bisa bekerja? Sebelum windmeter ditemukan. Para ahli merancang sebuah alat yang sangat sederhana. Yaitu berupa tongkat dan kain bendera. Kain bendera diikatkan pada tongkat dan dibiarkan berkibar di atas permukaan tanah. Kibaran bendera inilah yang menjadi patokan, saat pengukuran kecepatan angin dilakukan. Dari kibaran bendera inilah, para ahli kemudian menyambungkannya dengan seutas tali yang dihubungkan, pada pegas maghnet dan jarum penunjuk angka. Maghnet diletakkan di sebuah kotak, dimana jarum penunjuk angka berada. Secara otomatis, jarum akan menunjuk angka yang sesuai dengan kecepatan angin yang berhembus.
Pada era digital dimana peralatan mekanik digabungkan denagn system komputerisasi dan elektronik, alat pengukur angin sederhana itu, lantas dikembangkan menjadiwindmeter. Cara kerja windmeter lebih akurat saat menghitung kecepatan angin, karena medan maghnetnya mengalami gaya gravitasi seiring berhembusnya angin.
Nah, sekarang kita tidak kesulitan lagi, saat menghitung kecepatan angin. Terutama untuk mempermudah para ahli, saat akan terjadinya angin tornado. Karenanya, kita jadi lebih aman dari bencana alam yang melanda.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
  • Blogroll

  • Consectetuer

  • Popular

  • Comments